Senin, 20 Juni 2016

اَلاَفْعَلُ الْخَمْسَةُ (AF’ALUL KHAMSAH)

Tidak ada komentar:


1.         PENGERTIAN

Af’alul Khamsah ialah lima fi’il mudhari’ yang disambung dengan dhamir tatsniyah (alif tatsniyah), atau dhamir jama’ muzakar salim (wawu jama’), atau dhamir muannats mukhatabah (nun jama’ niswah) mengikut wazan-wazan berikut:
يَفْعَلاَنِ – تَفْعَلاَنِ – يَفْعَلُوْنَ – تَفْعَلُوْنَ – تَفْعَلِيْنَ
 
WAZAH (POLA)
PENGERTIAN
DHAMIR
PENGERTIAN
يَفْعَلاَنِ
Dia berdua  (lelaki) sedang melakukan
هُمَا
Orang ketiga, dua orang lelaki.
تَفْعَلاَنِ
Engkau berdua (lelaki) sedang melakukan
أَنْتُمَا
Orang kedua, dua orang lelaki
Dia berdua (per.) sedang melakukan
هُمَا
Orang ketiga, dua orang perempuan
يَفْعَلُوْنَ
Mereka (lelaki) sedang melakukan
هُمْ
Orang ketiga jama’ lelaki
تَفْغَلُوْنَ
Kamu (lelaki) sedang melakukan
أَنْتُمْ
Orang kedua jama’ lelaki
تَفْعَلِيْنَ
Engkau (seorang per.) sedang lelakukan
أَنْتِ
Orang kedua, seorang perampuan          


2.         I’RAB AF’ALUL KHAMSAH

            Adapun I’rab af’alul khamsah ialah:
            (a)        Dirafa’kan dengan memakai Nun  ( مرفوع بِثُبُوْتِ النُّوْنِ   ) 
            (b)        Dinashabkan dengan membuang Nun   ( مَنْصُوْبْ بِحَذْفِ النُّوْنِ  )
            (c)        Dijazmkan dengan membuang Nun   ( مَجْزُوْمُ بِحَذْفِ النُّوْنِ )

3.         LAFAZH-LAFAZH YANG DIRAFA’KAN DENGAN MEMAKAI NUN

            Nun menjadi tanda bagi I’rab rafa’ iaitu pada fi’il mudhari’ yang bertemu dengan:
(a)                Dhamir tatsniyah
(b)               Dhamir jama’ muzakar
(c)                Djamir muannats mukhatabah
FI’IL MUDHARI’
(MARFU’)
DHAMIR
HUKUM
يَفْعَلاَنِ
هُمَا = ( اَنِ ) = Dhamir tatsniyah

مَرْفُوْعْ بِثُبُوْتِ النُّوْنِ
Marfu’ dengan memakai Nun

تَفْعَلاَنِ
أَنْتُمَا = ( اَنِ ) = Dhamir tatsniyah
يَفْعَلُوْنَ
هُمْ = ( وْنَ ) = Dhamir jama’ muzakar
تَفْعَلُوْنَ
أَنْتُمْ( وْنَ ) = Dhamir jama’ muzakar
تَفْعَلِيْنَ
أَنْتِ = ( يْنَ ) = Dhamir muannats 
                           mukhatabah


4.         LAFAZH YANG DINASHABKAN DENGAN MEMBUANG NUN
           
            Membuang Nun menjadi alamat bagi I’rab nashab pada af’alul khamsah yang dirafa’kannya dengan memakai Nun itsbat (tetap).
FI’IL MUDHARI’
(MARFU’)
HURUF NASHAB
FI’IL MUDHARI’
(MANSHUB)
HUKUM
يَفْعَلاَنِ
اَنْ
اَنْ يَفْعَلاَ

مَنْصُوْبْ بِحَذْفِ النُّوْنِ
Manshub dengan membuang Nun
تَفْعَلاَنِ
اَنْ
اَنْ تَفْعَلاَ
يَفْعَلُوْنَ
اَنْ
اَنْ يَفْعَلُوْا
تَفْعَلُوْنَ
اَنْ
اَنْ تَفْعَلُوْا
تَفْعَلِيْنَ
اَنْ
اَنْ تَفْعَلِى
            

5.         LAFAZH YANG DIJAZMKAN DENGAN MEMBUANG NUN TANDA RAFA’
         
            Membuang itu menjadi tanda bagi I’rab jazm pada fi’il-fi’il mudhari’ yang dirafa’kannya dengan Nun tetap.
FI’IL MUDHARI’
(MARFU’)
HURUF JAZM
FI’IL MUDHARI’
(MAJZUM)
HUKUM
يَفْعَلاَنِ
لَمْ
لَمْ يَفْعَلاَ

مَجْزُوْمُ بِحَذْفِ النُّوْنِ
Majzum dengan membuang Nun
تَفْعَلاَنِ
لَمْ
لَمْ تَفْعَلاَ
يَفْعَلُوْنَ
لَمْ
لَمْ يَفْعَلُوْا
تَفْعَلُوْنَ
لَمْ
لَمْ تَفْعَلُوْا
تَفْعَلِيْنَ
لَمْ
لَمْ تَفْعَلِى

الأسْمَــــاءُ الخَمْسَةُ ISIM-ISIM YANG LIMA

Tidak ada komentar:

Asma’ al-Khamsah artinya Isim Yang Lima. Yaitu satu kelompok isim yang sama bentuknya dan perubahannya. Yaitu;
(Ayahmu)
á
أبَاكَ
أبِيْكَ
أبُوْكَ
(Saudaramu)
á
أخَاكَ
أخِيْكَ
أخُوْكَ
(Iparmu)
á
حَمَاكَ
حَمِيْكَ
حَمُوْكَ
(Mulutmu)
á
فَاكَ
فِيْكَ
فُوْكَ
(yang punya Harta)
á
ذَا مَـــالٍ
ذِى مَــــالٍ
ذُوْ مَـــالٍ
Keterangan:
1.    Isim- isim diatas disebut Isim Yang Lima, yaitu satu kelompok isim yang sama bentuknya dan perubahannya. (lihat contoh diatas).
2.    Akhiran isim tersebut tidak mesti كَ (dhamir), boleh saja أبُوْ طَالِبٍ – أبُوْ جَهْلٍ – أخُوْكَ – أخُوْهُمْ.
3.    ذُوْ مَــالٍ tidak selamanya harus bersambung dengan مَــالٍ, boleh saja ذُوْ عِلْمٍ – ذُوْ قُوَّةٍ – ذُوْ لُبٍّ.
Syarat- syarat Isim yang Lima:
Terdapat tiga syarat untuk disebut Isim yang Lima;
1.    Hendaklah dalam bentuk mufrad, dan apabila dalam bentuk jama’ tidak disebut Isim yang Lima. Seperti;
أبَاءُ
jama’ dari
أبٌ
إخْوَةٌ
jama’ dari
أجٌ
2.    Hendaklah  diidhofatkan (disandarkan) kepada kalimat lain. Seperti; أبُوْكَ, أخُوْكَ. Apabila tidak diidhofatkan, maka tidak disebut Isim yang Lima. Seperti: أبٌ, أخٌ.
3.    Tidak diidhofatkan kepada يَاءُ المُتَكَلِّمِ. Seperti; أبِى أخِى dan seterusnya.
المصطلحات الجديدة
الإضَافَةُ
يَاءُ المُتَكَلِّمِ
الأسْمَاءَ الخَمْسَةَ
الكلمات الجديدة فِى عِلْمِ الصِّحَّةِ
Nama nama
الأسْمَــــاءُ
Pil
حَيَّةٌ
Suntikan
حُقْنَةٌ
Sirup
شَرَابٌ
Luka
جِرَاحِيَةٌ
Musibah; terkena
مُصَابٌ
Kata kata Kerja
الأفْعَـــالُ
Melaksanakan
(Dokter melaksanakan proses operasi luka)
قَامَ / يَقُوْمُ (بِـــ)
مثل : يَقُوْمُ الطَّبِيْبُ بِعَمَلِيَّةِ جِرَاحِيَّةِ
Harus
لَزِمَ / يَلْزَمُ
Memindahkan
حَوَّلَ / يُحَوِّلُ
حَوَّلَ المُمَرِّضُ المَرِيْضَ اِلَى المُسْتَشْفَى
Menyuntik
حَقَنَ / يَحْقَنُ – لَقَّحَ / يُلَقِّحُ






LATIHAN
Ubahlah isim isim dibawah ini seperti perubahan Isim yang Lima!
أبُوْ هُرَيْرَةَ
(Abu Hurairah)
-
أخُوْ عَلِيِّ
(saudara Ali)
-
أبُوْ دَاوُدَ
(Abu Daud)
-
أبُوْ بَكْرٍ
(Abu Bakar)
أبُوْ لَهَبٍ
(Abu Lahab)
-
أبُوْ سَعِيْدٍ
(Abu Said)
-
ذُوْ فَضْلٍ
(Yang Punya Kelebihan)
-
ذُوْ عِلْمٍ
(Yang Punya Ilmu)
Tentukan isim isim yang lima dari ayat ayat berikut ini!
عين/ عيني الأسماءَ الخمسةَ من الآياتِ الآتيةِ!
١- ۞ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيْمٍ ۞
٢- ۞ وَجَاءُوا أبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُوْنَ ۞
٣- ۞ قَالُوا إنْ يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أخٌ لَهُ مِنْ قَبْلُ ۞
٤- ۞ وَلَكِنَّ اللهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى العَالَمِيْنَ ۞
٥- ۞ وَأبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ ۞

Naat dan Man’ut (ﺍﻟﻨﻌﺕ ﻮﺍﻟﻣﻧﻌﻭﺕ)

Tidak ada komentar:


يَتْبَعُ فِي الإعْرَابِ الأسْمَاء الأوَلْ  ¤ نَعْتٌ وَتوْكِيدٌ وَعَطْفٌ وَبَدَلْ
Mengikuti Isim awal di dalam I’robnya, yaitu: Na’at, Taukid, ‘Athaf dan Badal.

فَالنَّعْتُ تَابعٌ مُتِمٌّ مَا سَبَقْ  ¤ بِوَسْمِهِ أوْ وَسْمِ مَا بِهِ اعْتَلَقْ
Adapun Na’at adalah Tabi’ penyempurna lafazh sebelumnya dengan sebab menyifatinya (Na’at Haqiqi) atau menyifati lafazh hubungannya (Na’at Sababi).

Definisi

Menurut bahasa Na'at adalah menerangkan suatu sifat.
Sedangkan menurut istilah Na'at adalah isim tabi’yang menerangkan sifat dari lafadz yang diikutinya.semisal contohnya:
Budi anak yang rajin = kata rajin pada contoh ini dinamakan Na'at sedangkan Budi dinamakan man’ut.
Contoh: 
جاء الرجلُ المهذبُ
Artinya Laki-Laki yang baik itu telah datang.
جاء       :adalah fiil madhi yang bertemu dengan dhomir rofa’ hukumnya adalah mabni sukun.
الرجلُ      :adalah Fa'il, I’robnya adalah marfu' dengan dhammah. Dan juga sebagai Man'ut.
المهذبُ   :adalah na’at I’robnya adalah marfu' dengan dhammah karna mengikuti man’ut.
Na’at mengikuti man’ut dalam beberapa hal:
1.Dalam hal I’rob
    Yaitu I’rob Rofa’ irob Nasob dan irob Jar
2.Dalam Mufrod, Tasniah dan Jama’.
3.Didalam muzdakar dan muannas.
4.Didalam ma’rifat dan nakiroh.
Selanjutnya akan kami berikan contoh2nya.
I’Rob (berubahnya akhir kalimah karna berbeda bedanya amil yang masuk)
Rofa’: ﺠﺍﺀ ﺰﯾﺫ ﻜﺭﯾﻢ
o ﺠﺍﺀ   :adalah fiil madi mabniyun alal fathi.
o ﺯﻳﺫ    :adalah man’ut dirofa’ karna menjadi fail tandanya adalah dhommah.
o ﻛﺭﻳﻢ :adalah na'at dirofa’ karna mengikuti man’ut.

Nasob :ﺭﺍﯾﺖ ﺯﯾﺫﺍ ﻋﺍﻟﻤ
o ﺭﺍﻳﺕ    :adalah fiil madi mabni sukun karna bertemu dengan domir rofa.
o ﺯﻳﺫﺍ       :adalah man’ut dinasob karna menjadi maf;ul bih tandanya adalah fatha
o ﻋﺍﳌﺍ    :adalah na’at dinasob karna mengikuti man’ut.
Jar : سلمت على الرجلِ المهذبِ
سلمت       :adalah fiil madi .
oعلى الرجلِ :adalah man’ut dijar karna kemasukan huruf jar yaitu 'ala;
المهذبِ     :adalah na’at dijar karna mengikuti man’ut.

Mufrad : المُدَرِّسُ الجَدِيْدُ فِي الفَصْلِ
             Guru baru didalam kelas

  Mutsanna : هذانِ طالبانِ جديدانِ
             Ini dua murid baru
  Jama' : هؤلاء طلابٌ جددٌ
             Mereka murid-murid baru



Catatan:
Dalam I’rob na'at harus mengikuti man'ut, apabila man'ut rofa’, na'at harus dirofa’, bila man'ut nasob, na'at harus dinasob, bila man’ut dijar, na'at pun harus dijar. Begitupun juga apabila man’ut mufrod, na’at harus mufrod, bila man'ut tasniah, na'at harus tasniah, bila man’ut jama’, na’at harus jama’dan jika man’ut muzakar, na’at harus muzakar, bila man’ut muannas, na’at pun harus muannas, bila man'ut ma’rifat, na'at juga ma’rifat, bila na’at nakiroh, na'at juga harus nakiroh.


Senin, 02 Mei 2016

BAB IDHOFAH

Tidak ada komentar:
Idhofah adalah bertemunya isim (kata benda) dengan isim lainnya yang membentuk satu arti.Isim yang pertama disebut mudhof dan isim yang mengikuti disebut mudhof ilaih.Misalnya kata "presiden" bertemu atau diikuti kata "indonesia" maka akan membentuk satu kata baru yaitu "presiden indonesia" yang maksudnya adalah "presiden (di) indonesia".Mudah-mudahan jelas sampai di sini.Sekarang kita gunakan kata dari bahasa arabnya.Contoh:

أصحاب الجنة      berasal dari kata أصحاب (ashhaabun) artinya para penghuni dan kata الجنة (aljannatu) artinya surga menjadi satu kata yang dibaca "ashhabul jannati" artinya para penghuni (di) surga.


رسول الله      berasal dari kata رسول (rosuulun) artinya utusan dan kata الله (allahu) artinya Allah menjadi satu kata yang dibaca "rosuulullahi" artinya utusan (dari) Allah.


بيت الله      berasal dari kata بيت (baitun) artinya rumah dan kata الله (allahu) artinya Allah menjadi satu kata yang dibaca "baitullahi" artinya rumah (milik) Allah.


Kesimpulan:

1.berdasarkan contoh diatas mudhaf memiliki makna DARI,DI(DALAM),MILIK so kalo dibalik posisinya anda pasti tahu sendiri.

2.Yang disebut mudhaf pada contoh di atas adalah kata أصحاب (ashhabun),رسول (rosuulun),بيت (baitun).

3.Yang disebut mudhof ilaih pada contoh di atas adalah kata الجنة (aljannatu),الله (allahu),الله (allahu).

4.Cara membaca isim pertama yang menempati posisi mudhaf, bacaan huruf akhirnya adalah "u" (tapi ini hanya sementara loh sebab mudhaf termasuk yang plin-plan dalam mengambil keputusan). :)

5.Cara membaca isim kedua yang menempati posisi mudhof ilaih,bacaan huruf akhirnya adalah "i".

Untuk sementara bahasan tentang idhofah kita cukupkan sampai sini dulu walaupun sebenarnya masih ada cerita lain tentang idhofah.

Aplikasi SHOROF Al-QUTRUB

Tidak ada komentar:
hey sobat semua, yang ada disana, disini, disitu, dan juga dimana-mana....
bagaimana aplikasi kemaren????udah dicoba???keren kan???
sekarang ada aplikasi baru niiii... namanya  QUTRUB sobat...
oiya yang ini tapi butuh koneksi internet sob...





















Cara Penggunaan:
  • Setelah didownload, extrack file yang berbentuk Winrar lalu temukan file bernama main_gui.exe lalu klik.
  • Aplikasi akan terbuka dan silakan masukkan kata bahasa Arab yang Anda cari ke dalamnya lalu klik Conjugate.Maka akan tampak daftar kata yang Anda cari tersebut dalam bentuk tashrif istilahiy dan lughawiy.
  • Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.



yang mau download klik disini ya....







 
back to top